Perlengkapan Keselamatan Kerja Utama Di Galangan Kapal

0

Keselamatan Kerja merupakan prioritas utama bagi seorang pelaut profesional saat bekerja diatas Kapal. Semua perusahaan pelayaran memastikan kalau kru mereka mengikuti prosedur keamanan pribadi dan ketentuan untuk semua operasi yang dibawa diatas Kapal.

Untuk mencapai keamanan maksimal di kapal, langkah dasar yaitu memastikan kalau semua crew Kapal memakai perlengkapan pelindung pribadi mereka dibuat untuk berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan pada kapal.

Berikut ini yaitu dasar perlengkapan pelindung diri yang harus tersedia di sebuah kapal untuk menjamin keselamatan para pekerja :

  1. Pakaian pelindung : pakaian pelindung yaitu COVERALL yang melindungi tubuh anggota awak dari bahan berbahaya seperti minyak panas, air, percikan pengelasan dll Hal ini dikenal sebagai, “dangri “or “boiler suit”.
  2. Helmet : Bagian yang paling penting dari tubuh manusia yaitu kepala. Perlu perlindungan terbaik yang disediakan oleh helm plastik keras diatas kapal. Sebuah tali dagu juga disediakan dengan helm yang menjaga helm ditempat ketika ada perjalanan atau jatuh.
  3. Safety Shoes : maksimum dari ruang internal kapal digunakan oleh kargo dan mesin, yang terbuat dari logam keras dan yang membuatnya canggung untuk awak untuk berjalan di sekitar. Safety Shoes memastikan kalau tidak ada luka yang terjadi di kaki para pekerja atau crew diatas Kapal
  4. Sarung tangan (Hand safety) : Berbagai jenis sarung tangan yang disediakan Di Kapal. sarung tangan ini digunakan dalam operasi dimana hal ini jadi kewajiban untuk melindungi tangan orang-orang. Beberapa sarung tangan yang diberikan sarung tangan tahan panas untuk bekerja pada permukaan yang panas, kapas sarung tangan untuk operasi normal, sarung tangan las, sarung tangan bahan kimia dll
  5. Goggles : Mata yaitu bagian paling sensitif dari tubuh manusia dan dalam operasi sehari-hari pada kemungkinan kapal sangat tinggi untuk memiliki cedera mata. kaca pelindung atau kacamata yang digunakan untuk perlindungan mata, sedangkan kacamata las digunakan untuk operasi pengelasan yang melindungi mata dari percikan intensitas tinggi.
  6. Plug : Di Ruang Mesin kapal menghasilkan suara 110-120 db ini merupakan frekwensi suara yang sangat tinggi untuk telinga manusia. Bahkan beberapa menit paparan dapat menyebabkan sakit kepala, iritasi dan gangguan pendengaran terkadang sebagian atau penuh. Sebuah penutup telinga atau steker telinga digunakan pada kapal yang mengimbangi suara yang bisa di dengar oleh manusia dengan aman.
  7. Safety harness : operasi kapal rutin mencakup perbaikan dan pengecatan permukaan yang tinggi yang memerlukan anggota kru untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak mudah diakses. Untuk menghindari jatuh dari daerah tinggi seperti itu, maka menggunakan Safety harness. Safety harness yaitu di gunakan oleh operator di satu ujung dan diikat pada titik kuat di ujung lainnya.
  8. Face mask : Baik yang Bekerja di permukaan insulasi, pengecetan atau membersihkan karbon yang melibatkan partikel berbahaya dan minor yang berbahaya untuk tubuh manusia jika dihirup langsung. Untuk menghindari hal ini, masker wajah diberikan hal ini di gunakan sebagai perisai muka dari partikel berbahaya.
  9. Chemical suit : Penggunaan bahan kimia diatas kapal sangat sering dan beberapa bahan kimia yang sangat berbahaya apabila berkontak langsung dengan kulit manusia. Chemical suit digunakan untuk menghindari situasi seperti itu.
  10. Welding perisai : Welding yaitu kegiatan yang sangat umum diatas kapal untuk perbaikan struktural. Juru las yang diperlengkapi dengan perisai las atau topeng yang melindungi mata dari kontak langsung dengan sinar ultraviolet dari percikan las, hal Ini Harus Diperhatikan dan sebaiknya penggunaan Welding shield sangat di haruskan untuk keselamatan Pekerja.

Tujuan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kerja

0

Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 merupakan suatu aktivititas dalam upaya menciptakan kondisi lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Secara khusus keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Keselamatan kerja dipelopori dari setiap pribadi atau individu untuk saling menjaga dan memberi perhatian terhadap siapapun ditempat kerja jika melakukan pekerjaan yang berpotensi dapat terjadi kecelakaan. Dengan demikian, maka kita turut serta dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan.

Dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja, setiap orang harus memiliki pengetahuan yang baik seputar penggunaan alat-alat, mesin-mesin, dan prosedur kerja yang ditetapkan. Selain itu juga harus mengetahui tanda peringatan bahaya ketika sedang bekerja.

Hal penting lain selalu menggunakan peralatan keselamatan kerja yang dipersyaratkan ditempat kerja, misalnya seorang yang bekerja di kapal harus menggunakan jaket pelampung atau life jacket saat bekerja. Dengan menggunakan peralatan keselamatan dengan benar, maka akan menciptakan rasa tenang dan nyaman ketika bekerja.

Menjaga keselamatan kerja merupakan tugas semua orang. Jika setiap orang saling memperhatikan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, maka akan tercapai tujuan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja K3 yaitu untuk menghasilkan suatu produk yang baik dan memiliki nilai jual tinggi.

Tidak lupa selalu mengingatkan untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dimanapun dan kapanpun bekerja.

Pentingnya Pelatihan K3 Sebagai Dasar Keselamatan Kerja

0

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman, tenteram, aman untuk para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan. Sesuai dengan apa yang disebut dengan keselamatan dan kesehatan kerja diatas menunjukkan seberapa pentingnya K3 ini untuk di ketahui, dipahami dan diterapkan oleh setiap karyawan. Dengan adanya pelatihan K3 mempermudah karyawan untuk mengetahui, dan memahami K3 itu. Kadang masih ada yang mempertanyakan untuk apa setiap karyawan harus mengetahui dan memahami K3, padahal sebenarnya tak ada kecelakaan kerja selama mereka bekerja di perusahaan itu. Tetapi, pelatihan ini ditujukan pada karyawan untuk menjamin keselamatan karyawan, karena dengan kewaspadaan dan ilmu yang dimiliki akan meminimalisir kecelakaan kerja, kemudian K3 ini menjamin keamanan alat yang digunakan pekerja untuk memproduksi produk. Yang mana tentunya selalu ada pengecekan guna mengetahui kelayakan mesin yang digunakan. Dengan adanya perawatan dan pengecekan mesin itu diharapkan karyawan bisa memproduksi produk itu dengan lancar.

Sesuai dengan undang-undang nomor 1 tahun 1970 mengenai keselamatan tenaga kerja, maka perusahaan berkewajiban menjaga keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya yang mana perusahaan itu mengupayakannya dengan mengadakan pelatihan seperti ini untuk para karyawan terutama karyawan ahli K3. Dengan begitu perusahaan dapat meminimalisir kecelakaan kerja. Demikian artikel tentang pentingnya pelatihan K3.

Safety First: Panduan Cara Mengurangi Kecelakaan Kerja

0

Bukan rahasia lagi, industri pertambangan yaitu salah satu bisnis yang memiliki resiko tinggi terkait keselamatan kerja. Terlebih, awal tahun ini, kecelakaan terjadi di area kerja salah satu perusahaan tambang terbesar yang kegiatan operasi produksinya dibagian Timur Indonesia.

Walaupun kecelakaan itu tidak persis terjadi didalam area penambangan, tetapi kejadian ini sudah membuat pemerintah, dalam hal semacam ini Menteri ESDM mengimbau para perusahaan tambang ataupun perusahaan lainnya yang melibatkan kegiatan produksi untuk meningkatkan keselamatan kerja dalam kegiatan produksinya.

Karenanya, bila Anda merupakan salah satu yang bekerja di industri dengan tingkat resiko keselamatan yang tinggi, sangat penting bahwa Anda mengambil langkah-langkah keselamatan berikut untuk terhindar dari resiko yang membahayakan diri Anda, seperti yang disarankan oleh Michala Maly, seorang analis yang berokus pada project management dan workplace compliance :

1. Jangan abaikan bahaya

Langkah awal untuk menjaga keamanan diri Anda yaitu menyadari fakta kalau bekerja di pertambangan memiliki resiko keselamatan yang tinggi. Karenanya, cobalah untuk tetap siaga dalam setiap aktivitas pekerjaan yang Anda kerjakan. Kecelakaan dengan dampak besar dapat terjadi karena satu kecerobohan kecil.

2. Tugas-tugas yang berisiko memerlukan perencanaan dan komunikasi

Ketika merencanakan suatu tugas, hal yang perlu Anda pikirkan tidak hanya bagaimana menyelesaikan pekerjaan itu dengan cara yang seefisien mungkin. Tetapi, pikirkan dan rencakan juga resource lainnya, seperti menambah waktu dan uang sebagai aspek penting dari persyaratan tentang safety (keselamatan). Coba untuk tidak mengabaikan keselamatan kerja dari setiap karyawan ketika berusaha untuk memenuhi tenggat waktu dan meningkatkan kualitas pekerjaan. Semua resiko harus dinilai, termasuk kemungkinan kecelakaan. Dengan memberikan instruksi yang jelas dan mendidik, hal itu dapat mengurangi resiko kecelakaan yang mungkin terjadi.

3. Dapatkan pelatihan profesional

Semua anggota tim harus melakukan pelatihan keselamatan secara teratur. Pelatihan rutin ini seharusnya bukan hanya berlaku untuk anggota tim baru saja. Bahkan, karyawan lama pun tetap harus rutin mengikuti pelatian itu. Sesi pelatihan yang mengandung teori dan komponen praktis dapat membantu para karyawan dalam menerapkannya saat melakukan pekerjaan mereka. Atau, untuk pekerja yang memiliki peran yang cukup berisiko, dapat melakukan pemeriksaan kesehatan fisik untuk menentukan apakah mereka mampu mengambil tuntutan fisik dari pekerjaan mereka.

4. Selalu mengenakan peralatan safety

Mulai dari helm, kacamata, dan sarung tangan, semua komponen safety ini merupakan standard yang harus digunakan oleh setiap orang dan kapan saja.

5. Pengawasan tim

Semua anggota tim harus mengikuti instruksi keselamatan tanpa pengecualian. Seorang supervisor juga harus rajin menindaklanjuti dan menegakkan ketentuan. Pengawas juga perlu mengetahui keberadaan semua anggota tim di seluruh tempat dan di setiap shift. Demikian juga, semua pekerja harus terus diberi info apa yang dilakukan anggota tim lainnya sepanjang hari. Coba untuk membuat ketentuan yang bisa mencegah setiap anggota tim untuk melanggar ketentuan tentang keselamatan kerja.

6. Dokumen prosedur keselamatan

Ketika kecelakaan terjadi, semua anggota tim harus tahu persis apa yang perlu dilakukan. Prosedur keselamatan harus didefinisikan dengan jelas. Ketika mendokumentasikan prosedur keselamatan, berikan juga gambaran beragam peristiwa yang mungkin terjadi, apa yang perlu dilakukan dan siapa yang harus dihubungi. Prosedur keselamatan harus ditampilkan secara jelas di tempat yang mudah di akses oleh semua orang.

7. Patuhi standard keselamatan terbaru

Pastikan semua perlengkapan keselamatan dilayani secara teratur dan memenuhi semua standard keamanan terbaru. Jangan pernah mencoba untuk menghemat perlengkapan keselamatan. Bila item tidak lagi sesuai dengan standard keselamatan saat ini, segeralah untuk menggantinya. Bahkan bila hal itu berdampak pada meningkatnya biaya yang diperlukan atau penundaan proyek. Jangan pernah biarkan setiap orang menggunakan perlengkapan keselamatan yang sudah usang.

Jumlah insiden yang terkait dengan keselamatan di industri, khususnya industri tambang memang cukup tinggi. Padahal, beberapa tragedi yang terjadi bisa dicegah. Ada baiknya untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah dibuat oleh orang lain. Walaupun resiko keselamatan tidak bisa dihilangkan seluruhnya, dengan mengikuti beberapa tips diatas dapat membantu untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi.

Bagaimana Agar Keselamatan Kerja di Pabrik dapat Terjamin

0

Keselamatan kerja di pabrik sangat terkait dengan kesejahteraan setiap tenaga kerja. Hal semacam ini harus menjadi perhatian pemilik pabrik karena tenaga kerja memiliki peran yang penting dalam menciptakan produktivitas suatu pabrik. Sementara agar bisa melakukan produksi secara maksimal, tenaga kerja memerlukan dukungan dan jaminan keselamatan.

Terkait dengan keselamatan kerja, telah tersedia sebuah regulasi yaitu UU Nomor 1 Tahun 1970 mengenai Keselamatan Kerja. Ruang lingkup yang ditata oleh Undang-Undang mencakup segala tempat kerja, baik di darat, didalam tanah, di permukaan air, ataupun di udara, yang berada di wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

Syarat-syarat Keselamatan Kerja

Berdasar pada UU Nomor 1 Tahun 1970 tersebut, syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan untuk :

  • Mencegah kecelakaan
  • Mencegah kebakaran
  • Mencegah bahaya peledakan
  • Memberi kesempatan para pekerja untuk menyelamatkan diri jika terjadi kebakaran atau peristiwa berbahaya yang lain.
  • Memberi pertolongan pada kecelakaan
  • Memberi alat perlindungan diri pada beberapa pekerja.
  • Mengendalikan kelembaban udara, suhu, debu, kotoran, asap, uap, gas, cuaca, hembusan angin, sinar radiasi, suara, dan getaran.
  • Mencegah terjadinya penyakit akibat aktifitas kerja, baik secara fisik ataupun psikis, racun, infeksi, atau bahkan penularan.
  • Penerangan yang sesuai.
  • Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban.
  • Mengamankan segala jenis bangunan.
  • Mencegah aliran listrik berbahaya.
  • Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.
  • Menjaga keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan sistem kerjanya.
  • Menyempurnakan pengamanan.

Cara untuk Menjaga Keselamatan Kerja di Pabrik

Pabrik merupakan tempat kerja yang rawan kecelakaan karena di lingkungan pabrik terdapat mesin-mesin besar, udara yang panas. Bahan-bahan dan material yang digunakan tidak semuanya aman untuk para tenaga kerja. Sehingga keselamatan para tenaga kerja tidak bisa diabaikan dan harus menjadi perhatian yang utama.

Berikut ini beberapa cara yang bisa digunakan untuk menjaga keselamatan kerja di pabrik.

1. Menerapkan Standard Operasional Procedure

Pabrik harus mempunyai ketentuan dan Standard Operasional Procedure (SOP) yang benar dan tepat berkaitan dengan keselamatan para tenaga kerja. SOP ini menjadi pedoman untuk para tenaga kerja dalam menjaga keselamatan ketika bekerja.

2. Menyediakan Safety Kit

Safety kit merupakan perangkat yang diperlukan untuk pertolongan pertama ketika terjadi bahaya. Contoh dari safety kit ini yaitu tabung pemadam kebakaran, tangga darurat, jalur evakuasi, dan perlengkapan PPPK.

3. Mengamankan Bahan Baku yang Berbahaya

Suatu pabrik mungkin menggunakan bahan baku yang berbahaya untuk para tenaga kerja bila terjadi kesalahan perlakuan. Misalnya, dalam penggunaan bahan kimia, pencampuran bahan kimia yang salah tentu sangat berbahaya.

Oleh karenanya sebaiknya setiap bahan kimia diamankan dan diberi label nama cairan kimia itu. Selain itu para tenaga kerja sebaiknya diberikan sosialisasi mengenai bahan-bahan baku yang berbahaya dan cara menanganinya.

Keselamatan kerja di pabrik menjadi tanggung jawab pemilik dan para tenaga kerja tersebut. Kedua pihak harus bekerja sama untuk terciptanya keselamatan dan kenyamanan bekerja di pabrik. Asuransi tenaga kerja menjadi salah satu jalan untuk memberikan rasa aman terhadap para tenaga kerja.

Metoda Perencanaan Keselamatan Kerja

0

“MALAPETAKA MEMBUNTUTI SETIAP PEKERJA TAMBANG”

Kalimat tersebut diatas bukan sebatas mengada-ada. Namun hal semacam itu merupakan kesan dan kesimpulan dari para ilmuwan dan para ahli saat berkumpul di Perancis. Para ilmuwan itu mengambil kesimpulan setelah sebelumnya melihat dan menyelidiki mengenai liku-liku para pekerja di tambang. Mereka telah mengambil kesimpulan seperti itu dan tidak dapat dirubah lagi. Memang terkesan sangat menakutkan bagi kita semua yang saat ini bekerja sebagai pekerja tambang.

Para ilmuwan mengatakan dimana ada seorang pekerja tambang melakukan aktifitas pekerjaannya, maka tidak dapat dihindarinya kalau di belakangnya sudah menanti monster maut yang siap menerkamnya. Monster maut itu akan siap melahap setiap pekerja yang sedang bekerja maupun orang lain yang hanya memasuki area pertambangan. Semua pekerja tambang selanjutnya tidak lagi dapat bekerja dengan seenak hatinya. Dimana ada pekerja tambang yang memulai bekerja, disaat itu juga malapetaka atau kematian akan menjemputnya dari belakang. Semakin ulet pekerja berupaya lari darinya, maka semakin cepat juga maut mengejarnya. Tidak ada kata lain, monster besar yang berupa kematian itu tidak mau minggir dari kita barang sedetikpun. Dan hal semacam ini pulalah yang hingga saat ini masih selalu membuat resah dan menghantui kita semua. Bagaimana tidak! Kondisi tambang yang tadinya sangat kita impikan penuh dengan kondisi yang menyenangkan, ternyata dipenuhi dengan kondisi yang sangat menyeramkan kita. Akankah kita berpikir untuk meninggalkan pekerjaan ini? Apakah kesimpulan para ahli itu tidak dapat ditawar – tawar lagi? Kenapa malapetaka menjadi sedemikian dekat dengan kita? Apakah ada penolaknya? Itulah beberapa pertanyaan yang mana jawabannya sangat kita nantikan.

Dari banyaknya kesimpulan para ilmuwan yang sangat mengerikan itu, belakangan muncul khabar gembira dimana ada sedikit kesimpulan yang dapat membuat kita masih tetap bisa bernafas lega. Para ilmuwan telah menemukan beberapa cara khusus agar kita dapat tetap bekerja di tambang dengan tenang.

Selanjutnya para ilmuwan itu menyusun beberapa cara atau langkah kerja untuk menghindari malapetaka. Dan formula itu kemudian dibagikan ke seluruh anggotanya di mana diharapkan agar masing-masing anggotanya mau menyampaikan kepada bebrapa rekan pekerja di masing-masing negaranya. Bilamana kita masih tetap menginginkan bekerja dengan aman di daerah tambang, maka cara atau formula itu harus digerakkan dengan sungguh sungguh dan tidak dapat dikerjakan hanya dengan beberapa setengah.

Mengenai isi dari formula agar kita dapat bekerja tanpa dibuntuti oleh petaka yaitu :

  1. Bekerjalah dengan mengikuti Prosedur Kerja yang sudah ada.
  2. Bekerjalah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
  3. Bekerjalah disaat Kondisi benar-benar aman.
  4. Bekerjalah dengan hati-hati dan jangan bertindak ceroboh.

Setelah kita tahu isi dari formula bekerja dengan aman seperti itu diatas, selanjutnya kepada kita semua diharapkan disaat bekerja agar mematuhi ketentuan yang telah dibuat oleh perusahaan. Karena ketentuan itu dibuat tidak untuk mempersulit kita dalam bekerja. Namun ketentuan dibuat untuk melindungi pekerja dari munculnya bahaya/kecelakaan kerja.

MENGENAL TENTANG RAMBU K3, PENTING DIPAHAMI HSE OFFICER

0

Tahukah Anda, setiap 15 detiknya, satu pekerja didunia meninggal akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK)? Sedangkan di Indonesia, seperti ditulis kompas.com, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menjelaskan fakta kalau rata-rata setiap harinya 8 orang meninggal akibat kecelakaan kerja.

Salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan kerja yaitu masih banyak pekerja yang meremehkan rambu kesehatan dan keselamatan kerja (K3) atau perusahaan tidak memasang rambu K3 sesuai standard yang berlaku. Walau sebenarnya, peran rambu K3 ini sangat membantu perusahaan untuk meminimalisir resiko kecelakaan kerja dan PAK, sehingga perusahaan pun dapat menciptakan zero accident di area kerja.

Peran Rambu K3

Para ahli K3 menyadari kalau perusahaan harus menyampaikan komunikasi K3 secara efisien untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. Rambu K3 memainkan peranan penting untuk mencapai tujuan itu. Media visual itu berguna untuk :

  • Mengingatkan pekerja dari potensi bahaya dan bagaimana menghindari bahaya yang terdapat di area kerja.
  • Memberi petunjuk ke lokasi tempat penyimpanan perlengkapan darurat.
  • Membantu pekerja atau penghuni gedung lainnya saat sistem evakuasi dalam kondisi darurat.
  • Poin plus saat audit K3, membantu perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi ISO, OHSAS, dll.

Warna Rambu K3

Warna dapat membantu pekerja menentukan klasifikasi bahaya di area kerja. Warna rambu K3 akan membantu mengarahkan pekerja terkait tindakan yang perlu mereka kerjakan sesuai warna rambu yang mereka lihat. Berikut ragam warna yang terdapat dalam rambu K3 berdasarkan standard internasional :

1. Warna MERAH mengidentifikasi DANGER/BAHAYA, FIRE/KEBAKARAN, dan STOP. Seringkali digunakan untuk identifikasi bahan kimia cair mudah terbakar, emergency stop, dan alat pemadam kebakaran. Sedangkan warna merah yang mengindikasikan bahaya digunakan untuk menunjukkan adanya kondisi bahaya yang bisa mengakibatkan kematian atau cedera serius.

Bahaya Listrik

2. Warna ORANYE menunjukkan WARNING/PERINGATAN/AWAS. Digunakan untuk menunjukkan kondisi bahaya yang bisa mengakibatkan kematian atau cedera serius. Biasanya sering dipasang di dekat perlengkapan kerja berbahaya, seperti benda tajam, pisau berputar, mesin gerinda, dan lain-lain.

Bahaya Benda Tajam

3. Warna KUNING menunjukkan CAUTION/WASPADA. Digunakan untuk menunjukkan kondisi bahaya (seperti tersandung, terpeleset, terjatuh, atau di area penyimpanan bahan yang mudah terbakar) yang bisa mengakibatkan luka ringan atau sedang.

Bahaya Terpeleset dan Tersandung

4. Warna HIJAU menunjukkan EMERGENCY/SAFETY. Digunakan untuk menunjukkan tempat penyimpanan perlengkapan keselamatan, Material Safety Data Sheet (MSDS), dan perlengkapan P3K. Dan, instruksi-instruksi umum yang berhubungan dengan praktek kerja yang aman.

Direction Sign- Exit

5. Warna BIRU menunjukkan NOTICE/PERHATIAN. Digunakan untuk menunjukkan instruksi aksi/info keselamatan (bukan bahaya), seperti penggunaan APD atau kebijakan perusahaan.

Pelindung Tangan

Bentuk dan Simbol

1. Triangle atau diamond shape : digunakan untuk menunjukkan bahaya. Rambu dengan bentuk triangle ini didesain dengan piktogram berwarna hitam, warna dasar kuning atau oranye, dan garis tepi berwarna hitam.

Bahaya Kimia- Material Mudah Terbakar

2. Round shape : digunakan untuk mandatory sign atau berisi instruksi keselamatan yang wajib dipatuhi pekerja, seperti penggunaan APD. Rambu dengan bentuk lingkaran ini didesain dengan piktogram berwarna putih dan warna dasar biru.

APD-Alat Pelindung Jatuh

3. Rectangular atau square shape : digunakan untuk menunjukkan jalan keluar saat keadaan darurat, tempat penyimpanan perlengkapan keselamatan, dan perlengkapan P3K. Rambu dengan bentuk persegi panjang atau persegi ini didesain dengan piktogram berwarna putih dan warna dasar hijau.

Exit Door (Rectangular Shape)

Direction Sign- Exit (Square Shape)

4. Untuk prohibition sign atau rambu yang berisi larangan didesain dengan piktogram berwarna hitam, warna dasar putih, garis tepi berwarna merah dan garis diagonal di bagian tengah berwarna merah.

Construction Area

Format Design Rambu K3

1. One panel sign : rambu di desain satu panel dengan mencantumkan teks atau piktogram/simbol saja.

Telepon Darurat

2. Two panel sign : rambu di desain dua panel dengan mencantumkan teks dan piktogram/lambang atau teks berisi keyword dan teks sebagai penjelas (harus memasukkan info berupa tipe bahaya, konsekwensi dan pernyataan untuk menghindari bahaya itu).

Pelindung Mata & Wajah- Safety Glasses

3. Three panel sign : rambu di desain tiga panel dengan mencantumkan :

Header/signal word (seperti danger, warning, caution, notice, atau safety first)
Messaging and text format (berisi keyword dan teks penjelas),
Piktogram/safety lambang.

Bahaya Kimia- Cairan Korosif

Bahasa

Awalnya, standard OSHA mereferensikan penggunaan bahasa Inggris pada rambu K3. Tetapi ternyata hal itu tidak efisien, kenapa? Faktanya, para pengusaha dan instansi pemerintah mengerti, kendala bahasa malah menyumbang resiko cedera dan PAK lebih besar karena masih banyak pekerja yg tidak tahu bahasa Inggris. Ditambah banyak perusahaan yang mempekerjakan pribumi dan asing. Salah satu solusi yang disarankan yaitu penggunaan format bilingual, penggunaan bahasa Inggris dan bahasa nasional (sesuai negara).

Panduan Perlindungan Keselamatan Kerja

0

Keselamatan ialah tanggung jawab pertama dan primer dari organisasi/perusahaan terhadap karyawannya. Karena hanya rasa kondusif dan keamanan nan akan menarik karyawan ke arah kerja produktif di loka kerja dengan kenyamanan dan kemudahan dan perasaan terlindungi.

Tidak perduli seberapa besar ialah skala upah yang sudah ditawarkan, bila Anda tidak merasa kondusif di lingkungan kerja, Anda tidak akan bertahan lama! Itulah penyebabnya ada banak tips keselamatan berbeda dan aspek yang harus diperhatikan sehingga tidak ada ‘masalah keamanan’ yang bisa membuktikan menjadi masalah di kemudian hari!

Ada parameter dan pedoman eksklusif yang para pebisnis harus ikuti ketika memberikan lingkungan yang kondusif dan sehat untuk karyawan perusahaan. Aspek dan wilayah yang harus difokuskan akan dijelaskan berikut ini.

Setiap pekerjaan pasti memiliki resiko yang bhineka terutama untuk keselamatan pegawai. Bekerja dibidang penambangan tentu resikonya berbeda dengan Anda yang bekerja dibelakang meja sebagai seorang staf administrasi. Oleh sebab itulah diperlukan pedoman keselamatan kerja buat dipatuhi oleh seluruh karyawan guna mengurangi resiko pekerjaan itu.

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang benar-benar kondusif ialah hal yang sulit. Tetapi untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan dalam bekerja ialah hal yang mungkin dilakukan. Penerapan pedoman keselamatan kerja disuatu lingkungan pekerjaan merupakan cara yang terbaik untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan kondusif. Untuk itulah diperlukan pencerahan dari seluruh karyawan dalam menerapkan pedoman itu.

Isi Pedoman Keselamatan Kerja
Isi pedoman keselamatan kerja setiap perusahaan tentu berbeda satu sama lain. Tetapi pada dasarnya, ada beberapa poin krusial nan tercakup dalam beragam pedoman itu. Secara umum, dalam pedoman keselamatan kerja akan berisi beberapa hal sebagai berikut :

1. Pencegahan Terjadinya Kecelakaan Kerja. Dalam setiap pedoman keselamatan kerja, harus berisi info mengenai detail pekerjaan nan akan dilakukan dan resiko kecelakaan yang mungkin terjadi. Dijelaskan apa saja hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Setiap karyawan baru nan akan bekerja di suatu perusahaan harus dijelaskan mengenai hal ini sejelas-jelasnya. Karyawan harus dijelaskan mengenai bahaya yang bisa terjadi di tempatnya bekerja, beragam alat pengamanan yang harus digunakan dan cara melakukan pekerjaan yang aman.

2. Pedoman Saat Terjadi Kebakaran. Dalam pedoman keselamatan kerja, harus memuat juga info mengenai kebakaran ini. Harus dijelaskan secara detail apa sajakah yang harus dilakukan saat terjadinya kebakaran. Dengan membaca pedoman ini, setiap karyawan tahu cara untuk mencegah terjadinya kebakaran, cara memadamkan barah dan cara untuk menyelamatkan diri saat terjadinya kebakaran.

3. Pengamanan Untuk Pekerja. Setiap pekerjaan yang mengandung resiko cukup besar, wajib menggunakan beragam alat pengaman. Pada pedoman keselamatan kerja, hal semacam ini dijelaskan juga secara komplit. Karyawan wajib menerapkan sebagian aturan ini secara disiplin untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja saat bertugas.

4. Pencegahan Penyakit Dampak Kerja. Ada juga pekerjaan yang bersinggungan langsung dengan beragam zat-zat berbahaya. Dalam pedoman keselamatan kerja, penyebaran zat-zat berbahaya ini juga ditata secara jelas. Pedoman ini akan menghindari munculnya penyakit yang disebabkan zat-zat ini serta mencegah penyebarluasan zat-zat ini.

Panduan keselamatan kerja pasti dibuat dengan maksud nan baik yaitu melindungi para pekerja. Ada anggaran pemerintah yang terkait dengan keselamatan kerja. Setiap perusahaan wajib melaksanakan anggaran ini dengan sebaik-baiknya untuk menjamin keselamatan pegawainya.

Kesehatan dan Keselamatan Sekedar Tips untuk Lokasi Kerja

Pengalaman beragam kecelakaan atau dan bahaya yang terjadi di lingkungan kantor terkadang kita alami sendiri dan kadang diberitakan lewat koran. Dari yang sekedar tersandung pintu, terkena kecelakaan dari sengatan listrik sampai luka bakar dan luka zat kimia, dan apa yang tidak kita inginkan yaitu terkena Aids.

Bahkan ada seorang rekan yang akhirnya mematahkan hidungnya sendiri sebab tersandung trus terkena karpet yang keras jenis matrasnya. Artinya, ada banyak hal kecil yang ternyata benar-benar dapat bertanggungjawab atas kecelakaan besar.

Ambil contoh laci terbuka dan lemari salah loka misalnya! Ambil contoh lain sisa paku pada dinding misalnya!

Apakah itu pernah terjadi pada Anda atau seseorang yang dikenal yang ketiban sial tersandung sebab seseorang di kantor lupa untuk menutup lemari atau laci? Atau atau karyawan lain sudah mengalami rasa sakit di lingkungan sebab sisi bersih di kantor tidak terhaga?

Nah, tidak hanya pebisnis, namun bahkan karyawan pun harus bertanggungjawab sebab inisiatif untuk mempromosikan lingkungan kerja yang sehat dan kondusif jadi tugas bersama. Kita lihat beberapa tips krusial yang dijelaskan berikut ini.

Jangan Terpleset Karena Lantai Licin
Artinya pastikan semua lantai kondusif dan tidak licin. Terlebih ada di daerah yang paling sibuk dan krusial dari ruang kantor dimana orang lalu lalang! Ada banyak alasan untuk jatuh terkena kecelakaan dikarenakan sebab tersandung dan tergelincir. Kaki Anda dapat tergelincir sebab lantai basah, atau dapat sebab kabel berantakan dan sembarangan. Pastikan kalau semua kabel sudah terpasang dengan sahih dan tidak ada yang tersebar di seluruh ruang kantor.

Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

0

Berbagai jenis limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari usaha dan/atau kegiatan yang dibuang langsung ke media lingkungan (tanah/air) tanpa pengolahan terlebih dulu merupakan sumber pencemaran dan perusakan lingkungan yang bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 20 ayat (3) kalau setiap orang diperbolehkan untuk membuang limbah ke media lingkungan hidup dengan persyaratan :

a). memenuhi baku mutu (BM) lingkungan hidup dan

b). mendapat izin dari menteri, gubernur, bupati/walikota sesuai kewenangannya, dan PP Nomor 18/1999 Pasal 3 yang mengatakan setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan limbah B3 dilarang membuang limbah B3 yang dihasilkan itu secara langsung kedalam media lingkungan hidup, tanpa pengolahan terlebih dulu.

Untuk menghindari terjadinya dampak akibat dari limbah B3 diperlukan suatu sistem pengelolaan yang terintegrasi dan berkaitan. Upaya pengelolaan limbah B3 itu merupakan salah satu usaha dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup.

Pengelolaan limbah B3 (menurut ketentuan dalam PP No. 18 tahun 1999) merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pemrosesan, dan penimbunan limbah. Upaya pengelolaan limbah B3 dapat dilakukan melalui tahapan seperti berikut :

  1. Reduksi limbah dengan mengoptimalkan penyimpanan bahan baku dalam sistem kegiatan atau house keeping, substitusi bahan, modifikasi sistem, ataupun upaya reduksi lainnya.
  2. Pengemasan dilakukan dengan penyimbolan dan pelabelan yang menunjukkan karakteristik dan jenis limbah B3 berdasarkan referensi Ketentuan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor : Kep-05/Bapedal/09/1995. Pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan karakteristik limbah yang bersangkutan. Secara umum dapat dikatakan kalau kemasan limbah B3 harus memiliki kondisi yang baik, bebas dari karat dan kebocoran, dan harus dibuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan limbah yang disimpan di dalamnya. Untuk limbah yang mudah meledak, kemasan harus di buat rangkap dimana kemasan bagian dalam harus dapat menahan agar zat tidak bergerak dan mampu menahan kenaikan tekanan dari dalam atau dari luar kemasan. Limbah yang bersifat self-reactive dan peroksida organik juga memiliki kriteria khusus dalam pengemasannya. Pembantalan kemasan limbah jenis itu harus di buat dari bahan yg tidak mudah terbakar dan tidak mengalami penguraian atau dekomposisi saat berhubungan dengan limbah. Jumlah yang dikemas pun terbatas sebesar maksimum 50 kg per kemasan sedangkan limbah yang memiliki aktivitas rendah biasanya dapat dikemas sampai 400 kg per kemasan.
  3. Penyimpanan dapat dilakukan ditempat yang sesuai dengan kriteria yang berlaku referensi Ketentuan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor : Kep-01l/Bapedal/09/1995. Limbah B3 yang diproduksi dari sebuah unit produksi dalam sebuah pabrik harus disimpan dengan perlakuan khusus sebelum akhirnya diolah di unit pengolahan limbah. Penyimpanan harus dilakukan dengan sistem blok dan setiap blok terdiri atas 2×2 kemasan. Limbah-limbah harus diletakkan dan harus dihindari adanya kontak antara limbah yg tidak kompatibel. Bangunan penyimpan limbah harus dibuat dengan lantai kedap air, tidak bergelombang, dan melandai ke arah bak penampung dengan kemiringan optimal 1%. Bangunan juga harus memiliki ventilasi yang baik, terlindung dari masuknya air hujan, di buat tanpa plafon, dan dilengkapi dengan sistem penangkal petir. Limbah yang bersifat reaktif atau korosif memerlukan bangunan penyimpan yang memiliki konstruksi dinding yang mudah dilepas untuk mempermudah kondisi darurat dan di buat dari bahan konstruksi yang tahan api dan korosi.
  4. Pengumpulan dapat dilakukan dengan memenuhi kriteria pada ketetapan Ketentuan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor : Kep-­01/Bapedal/09/1995 yang mengutamakan pada ketentuan mengenai karakteristik limbah, fasilitas laboratorium, peralatan penanggulangan kecelakaan, ataupun lokasi.
  5. Pengangkutan perlu dilengkapi dengan dokumen pengangkutan dan ketentuan teknis pengangkutan. Tentang pengangkutan limbah B3, Pemerintah Indonesia belum memiliki ketentuan pengangkutan limbah B3 sampai tahun 2002. Ketentuan pengangkutan sebagai acuan yaitu ketentuan pengangkutan di Amerika Serikat. Ketentuan itu berkaitan dengan hal pemberian label, analisa karakter limbah, pengemasan khusus, dsb. Kriteria yang perlu dipenuhi kemasan salah satunya ialah jika terjadi kecelakaan dalam kondisi pengangkutan yang normal, tidak terjadi kebocoran limbah ke lingkungan dalam jumlah yang berarti. Selain itu, kemasan harus memiliki kwalitas yang cukup agar efektifitas kemasan tidak berkurang selama pengangkutan. Limbah gas yang mudah terbakar harus dilengkapi dengan head shields pada kemasannya sebagai pelindung dan tambahan pelindung panas untuk mencegah kenaikan suhu yang cepat. Di Amerika juga diperlakukan rute pengangkutan khusus selain juga adanya kewajiban kelengkapan Material Safety Data Sheets (MSDS) yang ada di setiap truk dan di dinas pemadam kebarakan.
  6. Pemanfaatan dapat dilakukan melalui kegiatan daur ulang (recycle), perolehan kembali (recovery) dan penggunaan kembali (reuse) limbah B3 yang dlihasilkan maupun bentuk pemanfaatan yang lain.
  7. Pengolahan limbah B3 dapat dilakukan dengan cara thermal, stabilisasi, solidifikasi secara fisika, kimia, ataupun biologi dengan cara teknologi bersih atau ramah lingkungan.
  8. Penimbunan limbah B3 harus memenuhi kriteria dalam Ketentuan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999.

Pengertian Forklift, Kegunaan, Bagian dan Jenisnya

0

Pengertian Forklift, Kegunaan dan Jenisnya. Angkutan Multimoda atau Forklift yaitu angkutan barang dengan menggunakan paling sedikit 2 (dua) moda angkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kontrak sebagai dokumen angkutan multimoda dari satu tempat diterimanya barang oleh badan usaha angkutan multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penyerahan barang kepada penerima barang angkutan multimoda.

Sementara OECD mendeskripsikan angkutan multi moda sebagai “Movement of goods (in one and the same loading unit or a vehicle) by successive modes of transport without handling of the goods themselves when changing modes” atau bila diterjemahkan sebagai pergerakan barang (dalam satu unit muatan atau kendaraan) dengan moda dengan berbagai moda tanpa penanganan barang tersebut ketika perpindahan moda.

Moda Angkutan Petikemas

Moda yang digunakan dalam angkutan petikemas sebagai berikut :

  1. Kapal peti kemas yaitu kapal yang khusus digunakan untuk angkutan peti kemas
  2. Truk peti kemas yaitu truk yang khusus digunakan untuk angkutan petikemas
  3. Kereta api petikemas yaitu kereta api barang yang dirancang untuk mengangkut petikemas

Perangkat bongkar muat

Perangkat yang diguanakan untuk pemindahan petikemas yaitu

  1. Kran peti kemas atau yang dikenal sebagai container crane, memiliki kapasitas yang tinggi.
  2. RTG yaitu perangkat untuk memindahkan peti kemas di lapangan penumpukan pelabuhan
  3. Kran yaitu perangkat untuk memindahkan peti kemas yang sederhana dengan kapasitas rendah
  4. Forklift yaitu perangkat yang digunakan untuk mengangkat peti kemas.

Beberapa Jenis Forklift

Berikut beberapa jenis forklift yang beredar dipasaran, yaitu :

1.FORKLIFT REACH TRUCK
Forklift ini berfungsi untuk memindahkan beban berkapasitas besar sekaligus mampu diangkat dalam proses penataan diatas beberapa rak tinggi. Memiliki kapasitas sampai 2 ton dengan tinggi angkat hingga 8, 5 meter.

2. FORKLIFT ELECTRIC
Jenis ini digunakan sebagai alat angkut dalam pemindahan barang berkapasitas besar baik indoor ataupun outdoor, termasuk dalam kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan, pabrik, gudang, ekspedisi dan lain-lain. Memiliki kapasitas hingga 5 ton dengan tinggi angkat hingga 6 meter.

3. FORKLIFT DIESEL
Forklift ini merupakan kendaraan modern yang dilengkapi sistem mutakhir dengan kwalitas yang baik. Memiliki kegunaan sebagai alat angkut untuk bongkar muat atau pemindahan beban yang sangat baik digunakan di outdoor. Memiliki kapasitas hingga 10 ton dengan tinggi angkat hingga 6 meter.

4. FORKLIFT GASOLINE
Kendaraan yang digunakan untuk bongkar muat atau pemindahan barang dari satu area ke area yang lain bahkan dapat digunakan untuk mempermudah penataan pada rak – rak tinggi. Memiliki kapasitas hingga 2 ton dengan tinggi angkat hingga 2 meter.

Bagian-Bagian Forklift

Berikut Bagian-bagian Forklift dan Kegunaannya :

Fork

Fork berfungsi untuk menopang benda yang akan Anda bawa atau angkat. Benda yang terbentuk dari dua buah besi lurud selama 2, 5 m ini mampu mengangkat beban berat. Selain itu, bila Anda mampu menentukan posisi benda dengan berat optimal.

Mast

Mast berfungsi debagai tilting dan lifting ini dirancang dengan dua buah besi tebal terkait dengan hydrolic system yang dirangkai menjadi satu dengan forklift ini.

Carriage

Cariage merupakan penghubung fork dan mast ini dapat menunjang kinerja forklift dengan baik. Benda ini sebagai sandaran dan pengaman untuk barang-barang yang di bawa pada pallet untuk memudahkan Anda dalam penangkatannya dan transportasinya. Dibenda berikut fork yang digunakan sebagai tempat meletakkannya benda dapat dibawa dengan sempurna.

Counterweight

Counterweight merupakan benda yang mampu menyeimbangkan beban yang Anda bawa pada forklift. Bagian ini terletak berlawanan dengan posisi fork.

Overhead Guard

Overhead Guard merupakan pelindung untuk pengemudi alat berat ini atau yang sering disebut dengan forklift driver. Menjaga dari kecelakaan atau jatuhnya barang bawaan yang sedang di bawa dan melindungi dari panas matahari dan hujan.