Skip links

MENGENAL TENTANG RAMBU K3, PENTING DIPAHAMI HSE OFFICER

Tahukah Anda, setiap 15 detiknya, satu pekerja didunia meninggal akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK)? Sedangkan di Indonesia, seperti ditulis kompas.com, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menjelaskan fakta kalau rata-rata setiap harinya 8 orang meninggal akibat kecelakaan kerja.

Salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan kerja yaitu masih banyak pekerja yang meremehkan rambu kesehatan dan keselamatan kerja (K3) atau perusahaan tidak memasang rambu K3 sesuai standard yang berlaku. Walau sebenarnya, peran rambu K3 ini sangat membantu perusahaan untuk meminimalisir resiko kecelakaan kerja dan PAK, sehingga perusahaan pun dapat menciptakan zero accident di area kerja.

Peran Rambu K3

Para ahli K3 menyadari kalau perusahaan harus menyampaikan komunikasi K3 secara efisien untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. Rambu K3 memainkan peranan penting untuk mencapai tujuan itu. Media visual itu berguna untuk :

  • Mengingatkan pekerja dari potensi bahaya dan bagaimana menghindari bahaya yang terdapat di area kerja.
  • Memberi petunjuk ke lokasi tempat penyimpanan perlengkapan darurat.
  • Membantu pekerja atau penghuni gedung lainnya saat sistem evakuasi dalam kondisi darurat.
  • Poin plus saat audit K3, membantu perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi ISO, OHSAS, dll.

Warna Rambu K3

Warna dapat membantu pekerja menentukan klasifikasi bahaya di area kerja. Warna rambu K3 akan membantu mengarahkan pekerja terkait tindakan yang perlu mereka kerjakan sesuai warna rambu yang mereka lihat. Berikut ragam warna yang terdapat dalam rambu K3 berdasarkan standard internasional :

1. Warna MERAH mengidentifikasi DANGER/BAHAYA, FIRE/KEBAKARAN, dan STOP. Seringkali digunakan untuk identifikasi bahan kimia cair mudah terbakar, emergency stop, dan alat pemadam kebakaran. Sedangkan warna merah yang mengindikasikan bahaya digunakan untuk menunjukkan adanya kondisi bahaya yang bisa mengakibatkan kematian atau cedera serius.

Bahaya Listrik

2. Warna ORANYE menunjukkan WARNING/PERINGATAN/AWAS. Digunakan untuk menunjukkan kondisi bahaya yang bisa mengakibatkan kematian atau cedera serius. Biasanya sering dipasang di dekat perlengkapan kerja berbahaya, seperti benda tajam, pisau berputar, mesin gerinda, dan lain-lain.

Bahaya Benda Tajam

3. Warna KUNING menunjukkan CAUTION/WASPADA. Digunakan untuk menunjukkan kondisi bahaya (seperti tersandung, terpeleset, terjatuh, atau di area penyimpanan bahan yang mudah terbakar) yang bisa mengakibatkan luka ringan atau sedang.

Bahaya Terpeleset dan Tersandung

4. Warna HIJAU menunjukkan EMERGENCY/SAFETY. Digunakan untuk menunjukkan tempat penyimpanan perlengkapan keselamatan, Material Safety Data Sheet (MSDS), dan perlengkapan P3K. Dan, instruksi-instruksi umum yang berhubungan dengan praktek kerja yang aman.

Direction Sign- Exit

5. Warna BIRU menunjukkan NOTICE/PERHATIAN. Digunakan untuk menunjukkan instruksi aksi/info keselamatan (bukan bahaya), seperti penggunaan APD atau kebijakan perusahaan.

Pelindung Tangan

Bentuk dan Simbol

1. Triangle atau diamond shape : digunakan untuk menunjukkan bahaya. Rambu dengan bentuk triangle ini didesain dengan piktogram berwarna hitam, warna dasar kuning atau oranye, dan garis tepi berwarna hitam.

Bahaya Kimia- Material Mudah Terbakar

2. Round shape : digunakan untuk mandatory sign atau berisi instruksi keselamatan yang wajib dipatuhi pekerja, seperti penggunaan APD. Rambu dengan bentuk lingkaran ini didesain dengan piktogram berwarna putih dan warna dasar biru.

APD-Alat Pelindung Jatuh

3. Rectangular atau square shape : digunakan untuk menunjukkan jalan keluar saat keadaan darurat, tempat penyimpanan perlengkapan keselamatan, dan perlengkapan P3K. Rambu dengan bentuk persegi panjang atau persegi ini didesain dengan piktogram berwarna putih dan warna dasar hijau.

Exit Door (Rectangular Shape)

Direction Sign- Exit (Square Shape)

4. Untuk prohibition sign atau rambu yang berisi larangan didesain dengan piktogram berwarna hitam, warna dasar putih, garis tepi berwarna merah dan garis diagonal di bagian tengah berwarna merah.

Construction Area

Format Design Rambu K3

1. One panel sign : rambu di desain satu panel dengan mencantumkan teks atau piktogram/simbol saja.

Telepon Darurat

2. Two panel sign : rambu di desain dua panel dengan mencantumkan teks dan piktogram/lambang atau teks berisi keyword dan teks sebagai penjelas (harus memasukkan info berupa tipe bahaya, konsekwensi dan pernyataan untuk menghindari bahaya itu).

Pelindung Mata & Wajah- Safety Glasses

3. Three panel sign : rambu di desain tiga panel dengan mencantumkan :

Header/signal word (seperti danger, warning, caution, notice, atau safety first)
Messaging and text format (berisi keyword dan teks penjelas),
Piktogram/safety lambang.

Bahaya Kimia- Cairan Korosif

Bahasa

Awalnya, standard OSHA mereferensikan penggunaan bahasa Inggris pada rambu K3. Tetapi ternyata hal itu tidak efisien, kenapa? Faktanya, para pengusaha dan instansi pemerintah mengerti, kendala bahasa malah menyumbang resiko cedera dan PAK lebih besar karena masih banyak pekerja yg tidak tahu bahasa Inggris. Ditambah banyak perusahaan yang mempekerjakan pribumi dan asing. Salah satu solusi yang disarankan yaitu penggunaan format bilingual, penggunaan bahasa Inggris dan bahasa nasional (sesuai negara).

Join the Discussion